Translate To....

Add My YM....:

biologi yogi

November 13, 2009 jerzz Tinggalkan komentar

C. Contoh Jamur Kantong

 

Berikut ini beberapa contoh jamur kantong yang bnyak dikenal dan berperan dalam kehidupan manusia.

 

1) Saccharomyces

Saccharomyces merupakan jamur uniseluler. Jamur ini biasa dikenal orang sebagai ragi, khamir, atau yeast.

Ragi dapat berproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual biasa dilakukan dengan membentuk kuncup kecil(budding) pada sel yang berbentuk oval. Kuncup tersebut membesar dan akhirnya terlepas dari sel induknya.

Reproduksi seksual terjadi jika suplai makanan terhenti atau lingkungan tidak mendukung untuk melakukan reproduksi aseksual. Akibatnya, terbentuk askus dan askospora. Askospora dari dua tipe yang berlainan bertemu dan menyatu menghasilkan sel diploid. Selanjutnya, terjadi pembelahan secara meiosis sehingga beberapa askospora(haploid) dihasilkan lagi.

Saccharomyces banyak di gunakan dalam pembuatan roti, tapai, anggur, dan bir. Dengan menggunakan enzim amilase, jamur ini mampu menguraikan glukosa menjadi alkohol dan karbon dioksida dalam proses fermentasi. Sebagai berikut persamaan reaksi kimiany.

C6H12O6                               2C2H5OH + energi

 

Beberapa jenis Saccharomyces yang banyak dikenal manusia adalah S.cerevisiae, S.tuac, dan S.ellipsoides.

a) Saccharomyces cerevisiae,merupakan jamur ragi yang dikenal sebagai jamur pengembang kue atau roti.

b) Saccharomyces tuac, dapat digunakan untuk memfermentasi air mira menjadi tuak.

c) Saccharomyces ellipsoides, dapat digunakan untuk memfermentasi anggur menjadi minuman anggur.

 

2) Penicillium

Penicillium hidup diberbagai tempat, terutama pada subtrat yang mengandung gula, seperti nasi,roti,dan buah yang telah ranum, ini akan tampak sebagai noda biru atau kehijauan.

Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk konida, sedangkan reproduksi seksual dengan membentuk askus. Penicillium lebih sering bereproduksi dengan cara aseksual.

Penicillium banyak memberi manfaat bagi manusia. Salah satu manfaat Penicillium adalah dapat menghasilkan antibiotik yang dikenal dengan nama penisilin. Antibiotik ini ditemukan pada tahun 1928 oleh Alexander Fleming. Berikut ini adalah beberapa jenis Penicillium.

a)   Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum; kedua jenis jamur ini dapat menghasilkan penisilin.

b)  Penicillium camemberti dan Penicillium roquefoti; bermanfaat untuk memberi ciri rasa atau mengharumkan keju, dengan cara ,enurunkan kadar kasein pada bahan keju.

 

3) Aspergillus

Aspergillus dapat hidup sebagai saprofit dan parasit pada subtrat makanan, pakaian, manusia dan burung. Aspergillus biasanya tumbuh berkoloni, koloni Aspergillus biasanya tampak berwana abu-abu,hitam,cokelat, dan kehijauan. Ja,ur ini dapat tumbuh didaerah beriklim dingin maupun tropis. Berikut ini adalah beberapa jenis Aspergillus.

a)      Aspergillus oryzae, digunakan untuk mengempukkan adonan roti. Jamur tersebut dapat menghasilkan enzim protease.

b)      Aspergillus wentii, dapat digunakan untuk pembuatan kecap,tauco,asam sitrat, dan asam oksalat. Jamur tersebut juga dikenal dapat menghasilkan enzim protease.

c)      Aspergillus niger,dapat digunakan untuk menghilangkan oksigen dari sari buah dan menjernihkan sari buah. Jamur ini dapat menghasilkan enzim glukosa oksidase dan pektinase.

d)     Aspergillus flavus, dapat menghasilkan zat racun aflatoksin yang diduga dapat menyebabkan penyakit kanker pada menusia.

e)      Aspergillus fumigatus, semacam jamur yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru pada burung.

Categories: Uncategorized

gambar punya yogi

November 12, 2009 jerzz Tinggalkan komentar

PenicilliumSaccharomyces_cerevisiae

Categories: Uncategorized

biologi pnya bagas

November 12, 2009 jerzz Tinggalkan komentar
Seperti hewan, semua jamur adalah heterotrof. Jamur memproleh makanannya

dari mahkluk hidup lain atau dari materi genetik yang sudah mati.Untuk memenuhi kebutuhan makanannya, jamur dapat hidup secara saprovit,parasit, dan simbiotis.

  1. SAPROVIT

Kebamnyakan jamur bersifat saprovit. Untuk memproleh makanannya, hifa mengeluarkan enzim pencernaan yang dapat merombak materi organik menjadi bentuk sederhana sehingga mudah di serap oleh sel jamur.

2.  PARASIT

Beberapa jamur hidup sebagai parasit pada tumbuhan dan hewan. Pada jamur parasit, terutama yang menyerang tumbuhan terdapat bentuk hifa khusus yang di sebut haustoria.Bentuk hifa ini mempunyai kemampuan untuk menembus sel inang sehingga dapat menyerap zat makanan yang dihasilkan inang.
Jamur ini selain dapat menyebabkan penyakit pada hewan, jamur ini juga dapat menyebabkan penyakit pada manusia, penyakit yang disebabkan adalah peneyakit kaki atlet atau athllete’s foot pada manusia.

3.  SIMBIOTIS

Beberapa jamur lainnya dapat membentuk hubungan simbiotis dengan akar tumbuhan tingkat tinggi.Selain dengan tumbuhan tngkat tinggi, jamur juga dapat bersimbiotis dengan ganggang hijau atau ganggang biru-hijau membentuk liken.

Categories: Uncategorized

biologi……..

November 12, 2009 jerzz 1 comment
  1. Divisi Zygomycota

Divisi ini dikenal sebagai jamur zigospora.Zigospora merupakan bentuk spora seksual berdinding tebal.

a.Ciri Jamur Zigospora

Jamur Zigospora memiliki beberapa ciri sebagai berikut.

1)      Hampir semua anggotanya hidup pada habitat darat

2)      Kebanyakan hidup sebagai saprofit

3)      Tubuh bersel banyak, berbentuk benang (hifa) yang tidak bersekat

4)      Tidak menghasilkan spora berflagel

5)      Pada reproduksi seksual dihasilkan zigospora

b. Reproduksi Jamur Zigospora

Untuk mengetahui proses reproduksi jamur zigospora dapat dilihat dari cara reproduksi Rhizopus. Cara tersebut dianggap representatif untuk seluruh anggota jamur zigospora. Rhizopus dapat bereproduksi secara aseksual dan seksual.

1)      Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual dilakukan dengan spora yang tersimpan di dalam sporangium. Jika spora matang, sporangium (kotak spora) akan pecah sehingga spora menyebar terbawa angin. Spora yang jatuh di tempat sesuai akan tumbuh menjadi hifa baru.

2)      Reproduksi seksual

Reproduksi ini dilakukan dengan cara konjugasi. Proses ini terjadi pada hifa hifa yang berlainan jenis yang biasanya ditandai dengan hifa(+) dan hifa (-). Berikut ini merupakan tahap tahap dari proses konjugasi dalam daur hidup jamur zigospora.

a)      Dua hifa yang berlainan jenis,yaitu  hifa (+) dan hifa (-) saling berdekatan.Masing masing hifa pada sisi sisi tertentu mengalami pembengkakan dan pemanjangan. Bagian hifa demikian disebut gametangium.

b)      Kedua gametangium bertemu dan melebur. Inti (+) dan (-) melebur membentuk zigot. Selanjutnya,zigot berkembang menjadi zigospora (diploid)

c)       Zigospora tumbuh, dindingnya menebal dan berwarna hitam. Inti diploid mengalami meiosis menghasilkan inti haploid (n)

d)      Jika lingkungan sesuai, maka zigospora akan tumbuh dan membentuk spongarium yang ditopang dengan sporangiofor.

Sporangiofor adalah hifa yang tumbuh tegak di permukaan substrat.Jika spongarium matang lalu pecah, maka spora tersebut keluar.

Categories: Uncategorized

Tingkat kemiskinann di Indonesia…

Oktober 12, 2009 jerzz 3 komentar

Saat ini banyak sekali pihak yang berbicara tingkat kemiskinan di Indonesia, baik sebagai pengamat maupun sebagai orang yang mengklaim berhasil mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia. Data-data Statistik penduduk miskin di Indonesia yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga yang credible seperti BPS (Biro Pusat Statistik) dipergunakan sebagai acuan, begitu juga data yang dipublis oleh World Bank dan Bappenas.
Sebagai salah satu bekas  pelaku konsultan pengentasan kemiskinan di Indonesia dan pengamat serta yang menaruh perhatian pada program pengentasan kemiskinan, saya ingin mengajak kita melihat apa yang dimaksud dengan tingkat kemiskinan di Indonesia. Baik dari jaman Presiden Soeharto sampai dengan Presiden Soesilo Bambang Yoedhoyono saat ini.

Ketidak samaan atau ketidak konsistenan penggunaan indicator kemiskinan dan parameter tingkat kemiskinan akan memberikan hasil kesimpulan yang berbeda.

Seperti yang umum sudah diketahui bahwa Statistik adalah suatu alat yang umum digunakan untuk mengukur suatu data yang luarbiasa banyak dengan menggunakan pendekatan pengambilan sampel data yang diasumsikan mewakili keseluruhan data yang ada. Proses ini disebut  pendekatan manipulasi data atau keadaan sesungguhnya dengan tingkat kesalahan yang ditetapkan serendah mungkin dan telah teruji diberbagai situasi atau tempat, sebagai alat yang bisa dan umum digunakan.

Kesalahan penggunaan indicator dan parameter yang digunakan mengukur tingkat kemiskinan akan memberikan hasil yang berbeda, baik dengan sengaja maupun untuk maksud tertentu. Contoh rumus menghitung tingkat kemiskinan di Indonesia yang diukur mulai jaman Soeharto sd SBY, apakah konsisten atau tidak dan apakah masih sesuai atau tidak adalah sbb:

Y = a + b X1 + cX2 +d X3 + eX4 + fX5 + gX6 dimana:

Y = Tingkat Kemsiskinan

A = Tingkatan pendapatan harian/bulanan rata-rata keluarga.

X1 = Kemampuan menyediakan makanan yang layak kepada keluarga ( 3 X sehari)

X2 = Kepemilikan dan kualitas rumah tinggalnya. (Rumah sendiri/bukan, lantai tanah/semen, dll)

X3 = Transportasi untuk mobilitas sehari-hari baik untuk kegiatan ekonomi, sekolah anak dll. (ongkos transport publik, kendaraan sendiri dll)

X4 = Ketersediaan pelayanan kesehatan dan kemampuan memanfaatkannya bila dibutuhkan.

X5 = Ketersediaan dan kemampuan menyekolahkan anak sd tingkat SLTA (sebaiknya sd PT.)

X6 = Kepemilikan lahan bagi para petani atau alat penangkapan ikan bagi Nelayan. (memiliki faktor produksi utama atau pekerja/kontrak)

Seringkali orang atau lembaga penelitian mengukur kemiskinan saat ini hanya dari tingkat pendapatan keluarga harian atau bulanan (a), dengan menentukan parameter keluarga miskin bila berpengahasilan harian sebesar equivalen US 1 sd US 2 per hari, dengan niali kurs US1 = Rp. 9.500 berarti Rp. 9.500,- sd Rp. 19.000,- per hari atau Rp. 285.000 sd Rp. 570.000,-. Ini adalah manipulasi data tingkat kemiskinan yang bersifat pembodohan bila tidak digabungkan dengan indicator dan parameter kemiskinan yang lain.

Di Indoensia untuk tingkat upah sudah diterapkan Upah Minimum, baik tingkat Regional yang berbeda-beda maupun Nasional. Jika kita menggunakan UMR  atau UMN ini sebagai Indikator dan Parameter mengukur kemiskinan, maka kita dengan sendirinya bisa berkata “semua keluarga yang tingkat pendapatan bulanannya dibawah UMR atau UMN adalah keluarga Miskin”. Sudah benarkah kesimpulan ini?

Mari kita lihat kondisi sesungguhnya di masyarakat. Bila hanya dengan tingkat penghasilan bahkan diatas UMR atau UMN Rp.1.000.000,- perbulan, maka penduduk di daerah terpencil seperti  dipegunungan Irian, aliran sungai di Kalimantan, dan berbagai daerah lainnya di Sumatera, kepulauan, akan masuk kategori  “miskin”. Mengapa?

Dengan hanya berpenghasilan Rp. 1.000.000,- perbulan, mereka tidak akan sanggup menyekolahkan anak mereka sd SLTA karena biaya transportasi untuk sekolah yang jauh atau biaya hidup menyekolahkan anaknya bila harus dikirim keluar desa atau kecamatannya akan menghabiskan sebagian besar pendapatan keluarga tersebut. Disisi lain ketersediaan sekolah ditempat tinggalnya tidak ada.Beranikah kita menyebut atau mengakui bahwa keluarga inipun adalah keluarga “miskin”, meskipun pada kenyataannya pendapatan bulanannya sudah melebihi tingkat UMR/UMN?

Pada lembaga lain disebut bahwa salah satu indicator dan parameter kemiskinan bila rumahnya masih berlantai tanah, pakaian hanya 2 atau 3 pasang saja, kepemilikan tanah kurang dari 1 ha, makan hanya 1 X sehari dan ketidak tersediaan alat transportasi.

Indikator dan parameter tingkat kemiskinan ini, bisa berbeda dilingkungan yang berbeda, kondisi lantai rumah tentu saja akan berbeda dan menjadi bias kesimpulannya bila disebutkan “berlantai tanah” karena di daerah aliran sungai Kalimantan lantai mereka dari Kayu, begitu juga dengan akses jalan kedesa dan jalan desanya. Ada yang jalan tanah (diaspal atau tidak), ada yang sungai (cukup dalam atau tidak dilalui perahu), ada yang dari kayu (kayu yang kuat seperti ulim, kayu besi atau tidak).

Masih banyak indicator dan parameter lainnya yang bisa digugat bila tidak digunakan sebagai alat mengukur tingkat kemiskinan secara bijak, misalnya kepemilikan sepeda motor. Bila ada keluarga yang bisa memiliki sepeda motor di desa dapat dikategorikan “sejahtera”, namun di Jakarta masih kategori “miskin” sebab sepeda motor ini digunakan mencari nafkah sehari-hari untuk mengojek.

Pada kenyataannya meskipun keluarga di Jakarta memiliki sepeda motor, namun mereka tidak mampu menyekolahkan anak mereka sampai dengan SLTA atau Perguruan Tinggi yang lokasinya dekat sekali kerumah tinggal mereka. Keluarga miskinkah mereka ini?

Sesungguhnya bila kita mau jujur mengukur tingkat kemiskinan di Indonesia, maka indicator dan parameter yang kita gunakan haruslah bersifat konfrehensif  dan pengukurannya bersifat lokal bukan Nasional.

Sebagai penutup, apakah kita sungguh-sungguh serius memikirkan pengentasan kemiskinan di Indonesia? Tahukah kita atau sadarkah kita bila saja kita sebut hanya 15% penduduk miskin di Indonesia itu berarti kita sedang berbicara pada jumlah 33 juta jiwa? Bukankah yang 33 juta jiwa itu berarti ada penduduk Indonesia yang miskin melebihi seluruh jumlah penduduk Malaysia ditambah dengan Singapura sebagai Bangsa, bahkan bila ditambahkan penduduk Brunei Darusalam?.

Tentu saja kita bisa berkelit, bahwa yang 33 juta itu hanya setara dengan 2,5% sd 3% saja bila dibandingkan penduduk India dan RRC.

Categories: Uncategorized

Faktor penyebab kemiskinan

Oktober 12, 2009 jerzz 1 comment

Banyak faktor yang melatarbelakangi seseorang menjadi miskin, sehingga bisa dikatakan sebagai penyebab multidimensi. “Ada empat level penyebab mengapa orang menjadi miskin. Level yang keempat adalah disebabkan karena dimensi sosial, budaya, politik, ekonomi dan lingkungan yang kesemuanya berkaitan dan seperti lingkaran setan,” ujar Hendra SP, ketua Lembaga Pengkajian Kemiskinan dan Kesejahteraan Masyarakat (LPK2M) Koordinator PNPM P2KP Kabupaten Ketapang. Menurut dia, banyak pihak yang mempunyai paradigma bahwa dimensi-dimensi di atas merupakan faktor utama penyebab kemiskinan.

Paradigma seperti ini memengaruhi tindakan seseorang dalam melakukan intervensi, untuk memecahkan masalah-masalah kemiskinan yang ada. Maka berkembanglah pemecahan masalah ekonomi, pemecahan masalah sosial, pemecahan masalah lingkungan secara terpisah-pisah satu dengan lainnya.

Penyebab level yang ketiga adalah faktor kebijakan yang mempengaruhi kondisi kemiskinan seseorang. Artinya kemiskinan yang terjadi pada level keempat hanyalah dampak dari keputusan, baik itu keputusan individu. “Misalnya boros menyebabkan seseorang menjadi miskin, ataupun keputusan sebuah lembaga alias kebijakan,” lanjut Hendra. Kebijakan menjadi faktor yang penting karena merupakan keputusan yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Kebijakan yang mewajibkan siswa memakai buku tertentu yang dijual di sekolah, menyebabkan biaya pendidikan menjadi mahal dan tidak terjangkau oleh kelompok masyarakat tertentu.

Penyebab level kedua adalah institusi atau lembaga pengambil keputusan yang belum mampu menerapkan nilai-nilai universal seperti adil, berwawasan kemiskinan, pro kemiskinan dan sebagainya. “Pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang mengambil keputusan?” tanya Hendra. Hal ini menyangkut kepada orang sebagai pengambil keputusan dalam suatu lembaga. Sikap mental para pelaku pembangunan yang negatif akan menyebabkan kerusakan termasuk kemiskinan. Dan sebaliknya sikap mental para pelaku pembangunan yang positif akan mempengaruhi seseorang menjadi sejahtera atau terlepas dari belenggu kemiskinan.

Berdasarkan kajian di atas, sambung Hendra, penyebab level pertama orang menjadi miskin disebabkan karena nilai-nilai baik yang dimiliki oleh seseorang atau manusia sejati belum mampu diterapkan didalam kehidupan. Jika dilakukan kajian yang mendalam dengan metode pohon masalah, maka semua faktor-faktor penyebab kemiskinan yang bersifat materi akan bermuara diterapkannya atau tidak nilai-nilai baik yang ada pada diri seorang manusia. “Masyarakat menjadi miskin karena tidak memilki keterampilan dan kebijakan yang belum adil dan berpihak kepada kaum lemah,” tandasnya.(dee)

Categories: Uncategorized

ini isinya pengertian sama penanggulangan

Oktober 12, 2009 jerzz 1 comment

A.pengertian Kemiskinan

Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala. Pada masa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran kehidupan modern pada masakini mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan-kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern.

Kemiskinan sebagai suatu penyakit sosial ekonomi tidak hanya dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang, tetapi juga negara-negara maju, seperti Inggris dan Amerika Serikat. Negara Inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri yang muncul di Eropah. Pada masa itu kaum miskin di Inggris berasal dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang sebelumnya sebagai petani yang mendapatkan upah rendah, sehingga kemampuan daya belinya juga rendah. Mereka umumnya tinggal di permukiman kumuh yang rawan terhadap penyakit sosial lainnya, seperti prostitusi, kriminalitas, pengangguran.

Amerika Serikat sebagai negara maju juga dihadapi masalah kemiskinan, terutama pada masa depresi dan resesi ekonomi tahun 1930-an. Pada tahun 1960-an Amerika Serikat tercatat sebagai negara adi daya dan terkaya di dunia. Sebagian besar penduduknya hidup dalam kecukupan. Bahkan Amerika Serikat telah banyak memberi bantuan kepada negara-negara lain. Namun, di balik keadaan itu tercatat sebanyak 32 juta orang atau seperenam dari jumlah penduduknya tergolong miskin.

Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya mempunyai 49,5 juta jiwa penduduk yang tergolong miskin (Survai Sosial Ekonomi Nasional / Susenas 1998). Jumlah penduduk miskin tersebut terdiri dari 17,6 juta jiwa di perkotaan dan 31,9 juta jiwa di perdesaan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat banyaknya dibanding angka tahun 1996 (sebelum krisis ekonomi) yang hanya mencatat jumlah penduduk miskin sebanyak 7,2 juta jiwa di Perkotaan dan 15,3 juta jiwa perdesaan. Akibat krisis jumlah penduduk miskin diperkirakan makin bertambah.

Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yakni kemiskinan alamiah dan karena buatan. Kemiskinan alamiah terjadi antara lain akibat sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan “buatan” terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia, hingga mereka tetap miskin. Maka itulah sebabnya para pakar ekonomi sering mengkritik kebijakan pembangunan yang melulu terfokus pada pertumbuhan ketimbang pemerataan.

Berbagai persoalan kemiskinan penduduk memang menarik untuk disimak dari berbagai aspek, sosial, ekonomi, psikologi dan politik. Aspek sosial terutama akibat terbatasnya interaksi sosial dan penguasaan informasi. Aspek ekonomi akan tampak pada terbatasnya pemilikan alat produksi, upah kecil, daya tawar rendah, tabungan nihil, lemah mengantisipasi peluang. Dari aspek psikologi terutama akibat rasa rendah diri, fatalisme, malas, dan rasa terisolir. Sedangkan, dari aspek politik berkaitan dengan kecilnya akses terhadap berbagai fasilitas dan kesempatan, diskriminatif, posisi lemah dalam proses pengambil keputusan.

Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untak memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari fihak lain yang membantunya.

Lebih lanjut, garis kemiskinan merupakan ukuran rata-rata kemampuan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum. Melalui pendekatan sosial masih sulit mengukur garis kemiskinan masyarakat, tetapi dari indikator ekonomi secara teoritis dapat dihitung dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran. Sementara ini yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS) untuk menarik garis kemiskinan adalah pendekatan pengeluaran.

Menurut data BPS hasil Susenas pada akhir tahun 1998, garis kemiskinan penduduk perkotaan ditetapkan sebesar Rp. 96.959 per kapita per bulan dan penduduk miskin perdesaan sebesar Rp. 72.780 per kapita per bulan. Dengan perhitungan uang tersebut dapat dibelanjakan untuk memenuhi konsumsi setara dengan 2.100 kalori per kapita per hari, ditambah dengan pemenuhan kebutuhan pokok minimum lainnya, seperti sandang, kesehatan, pendidikan, transportasi. Angka garis kemiskinan ini jauh sangat tinggi bila dibanding dengan angka tahun 1996 sebelum krisis ekonomi yang hanya sekitar Rp. 38.246 per kapita per bulan untuk penduduk perkotaan dan Rp. 27.413 bagi penduduk perdesaan.

Banyak pendapat di kalangan pakar ekonomi mengenai definisi dan klasifikasi kemiskinan ini. Dalam bukunya The Affluent Society, John Kenneth Galbraith melihat kemiskinan di Amerika Serikat terdiri dari tiga macam, yakni kemiskinan umum, kemiskinan kepulauan, dan kemiskinan kasus. Pakar ekonomi lainnya melihat secara global, yakni kemiskinan massal/kolektif, kemiskinan musiman (cyclical), dan kemiskinan individu.
Kemiskinan kolektif dapat terjadi pada suatu daerah atau negara yang mengalami kekurangan pangan. Kebodohan dan eksploitasi manusia dinilai sebagai penyebab keadaan itu. Kemiskinan musiman atau periodik dapat terjadi manakala daya beli masyarakat menurun atau rendah. Misalnya sebagaimana, sekarang terjadi di Indonesia. Sedangkan, kemiskinan individu dapat terjadi pada setiap orang, terutama kaum cacat fisik atau mental, anak-anak yatim, kelompok lanjut usia.
B. Penanggulangan Kemiskinan

Bagaimana menangani kemiskinan memang menarik untuk disimak. Teori ekonomi mengatakan bahwa untak memutus mata rantai lingkaran kemiskinan dapat dilakukan peningkatan keterampilan sumber daya manusianya, penambahan modal investasi, dan mengembangkan teknologi. Melalui berbagai suntikan maka diharapkan produktifitas akan meningkat. Namun, dalam praktek persoalannya tidak semudah itu. Lantas apa yang dapat dilakukan?

Program-program kemiskinan sudah banyak dilaksanakan di berbagai negara. Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat program penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antar negara bagian, memperbaiki kondisi permukiman perkotaan dan perdesaan, perluasan kesempatan pendidikan dan kerja untuk para pemuda, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi orang dewasa, dan pemberian bantuan kepada kaum miskin usia lanjut. Selain program pemerintah, juga kalangan masyarakat ikut terlibat membantu kaum miskin melalui organisasi kemasyarakatan, gereja, dan lain sebagainya.

Di Indonesia program-program penanggulangan kemiskinan sudah banyak pula dilaksanakan, seperti : pengembangan desa tertinggal, perbaikan kampung, gerakan terpadu pengentasan kemiskinan. Sekarang pemerintah menangani program tersebut secara menyeluruh, terutama sejak krisis moneter dan ekonomi yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997, melalui program-program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Dalam JPS ini masyarakat sasaran ikut terlibat dalam berbagai kegiatan.

Sedangkan, P2KP sendiri sebagai program penanggulangan kemiskinan di perkotaan lebih mengutamakan pada peningkatan pendapatan masyarakat dengan mendudukan masyarakat sebagai pelaku utamanya melalui partisipasi aktif. Melalui partisipasi aktif ini dari masyarakat miskin sebagai kelompok sasaran tidak hanya berkedudukan menjadi obyek program, tetapi ikut serta menentukan program yang paling cocok bagi mereka. Mereka memutuskan, menjalankan, dan mengevaluasi hasil dari pelaksanaan program. Nasib dari program, apakah akan terus berlanjut atau berhenti, akan tergantung pada tekad dan komitmen masyarakat sendiri.

Categories: Uncategorized

6 Kebiasaan Sehat yang Bikin Sakit

Oktober 4, 2009 jerzz 2 komentar

Jangan kira semua aktivitas menyehatkan benar-benar membuat Anda sehat. Untuk beberapa kebiasaan, hal itu justru bisa membuat Anda sakit. Apa saja kebiasaan itu?

Menurut Dr. Erika Schwartz, Medical Director of Cinergy Health yang dikutip dari Huffington Post, Rabu (30/9/2009), ada 6 kebiasaan umum yang dianggap orang menyehatkan tapi sebenarnya tidak, bahkan kebiasaan itu akan membuat Anda sakit. Read more…

Categories: Pengetahuan Tag:

Tanda-tanda kanker yang diabaikan…

Oktober 4, 2009 jerzz Tinggalkan komentar

Dibanding dengan pria, wanita memang lebih peduli akan kesehatannya. Mereka juga berhati-hati dan mau memeriksakan diri bila menemui gejala yang aneh pada tubuhnya. Kepedulian seseorang pada kesehatannya juga berkaitan dengan usia. “Orang muda biasanya lebih cuek karena mengangap hanya orang tua saja yang mungkin terkena penyakit,” kata Mary Daly, onkologis Fox Chase Cancer Center, Philadelphia, AS. Read more…

Air gak bikin basah !!!

Oktober 4, 2009 jerzz 2 komentar

pasti g bakalan percaya klo dah liquid yg klo ditumpahin g buat basah
ternyata ada lohhhh,,, bingung?? sama dong ama kaka bingung juga !!!hehehehehe….Cairan ini namanya Novec 1230, fungsinya untuk memadamkan kebakaran karena mempunyai sifat seperti cair yg bisa memadamkan api, tapi ga buat
tempat/benda yg diguyur novec 1230 ini basah …cool yaa…

kira² bentuk senyawanya seperti ini: Read more…

Categories: Pengetahuan Tag:,

Komodo bukan hewan asli Indonesia loh….

Oktober 4, 2009 jerzz 7 komentar


Komodo yang habitat aslinya kini hanya ada di Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT), ternyata bukan hewan asli Indonesia.

Hasil penelitian membuktikan bahwa tulang komodo sama dengan tiga fosil hewan yang ditemukan di Queensland. Itu memperkuat teori bahwa Australia adalah tempat evolusi komodo.

Penelitian tersebut dilakukan oleh ahli palaeontologi dan arkeologi dari Australia, Malaysia, dan Indonesia. Penelitian dipimpin kurator Museum Negara Bagian Queensland, Australia, Scott Hocknull. Hasil penelitian tersebut dimuat dalam laman jurnal ilmiah, PloS ONE tanggal 30-9-2009. Read more…

Biologi

September 17, 2009 jerzz 5 komentar

b.Klasifikasi dari archaebacteria

Archaebacteria dapat diklasifikasikan ke dalam tiga filum berdasarkan habitat mereka.Ini adalah Methanogens,  halophiles, and thermo acidophiles.

1)      Methanogens Archea

Methanogens adalah anaerobes yang wajib memproduksi gas rawa dari senyawa hydrogen dan carbon dioksida . Kelompok yang bebas oksigen itu tinggal di lingkungan seperti rawa-rawa, tempat kotor,  dan secara umum terletak di pencernaan manusia dan binatang lain. Sebagai contoh adalah methanobacterium yang hidup di rawa dan methanosarcina.

2)      Halophiles

Halophiles melengkapi larutan garam, seperti di Death ocean dan Graet salt Lake. Garam tersebut dapat mengurangi hampir semua bakteri. Walaupun demikian, Halophiles menggunakan garam untuk membuat energi.Sebagai contoh halobacterium halobium yang hidup di kolam ikan

Capture

Gambar 2.10

(a)    Metanosarcina adalah contoh dari contoh dari methanogens

(b)   Sulfolcbus adalah contoh dari thermoacidophiles

itu gambarnya dari internet bukan dari fotocopyan….

yang penting sama lah gpp…

Categories: Uncategorized

Tips install windows jika CD-Rom rusak !^^

September 7, 2009 jerzz 14 komentar

Cara Install Windows Lewat MS-DOS ini dilakukan saat :
1.CD-rom rusak
2.Setting bios motherboard untuk first boot CD tidak bisa dilakukan karena batrai MB habis sehingga tidak bisa mensave setting bios,
3.Gak bisa boot ke desktop karena virus atau hang,
4.Tidak bisa masuk safe mode untuk install lewat safe mode karena virus/hang
5.Atau tidak punya CD windows karena kantong cekak atau malas beli.

langkah pertama : Read more…

AMD Baru Rilis processor Opteron 40W 6-core…^^

September 7, 2009 jerzz Tinggalkan komentar

amdopteronsixcore

Kalau Anda sudah cukup lama menunggu kelahiran anak baru dari AMD, inilah saat yang Anda nanti-nantinya karena dengan penantian tak sia-sia tersebut akhirnya pihak AMD mengumumkan produk terbarunya.

AMD baru saja memperkenalkan processor Opteron 40W 6-core di San Francisco. Kabarnya processor ini memiliki performa lebih cepat sekitar 31 persen dibandingkan dengan generasi sebelumnya yaitu Opteron 4-core per-watt-nya.

Menurut pembicara dari AMD yaitu Brent Kerby, perusahaan saat ini lebih memfokuskan diri untuk memproduksi processor dengan tenaga lebih kecil dari sebelumnya untuk dapat menghemat energinya sehingga performa yang dihasilkan pun meningkat secara signifikan. Read more…